When love is over.

---


Kok udah single lagi sih? Pertanyaan ke seribu dua ratus yang gua terima soal my changed relationship status.


The love is over. Short, sweet and hurt.

Well, should I say love? Since what it’s called relationship is just in one and a half month time.

Apapun itu yang pasti bikin gua mendapatkan kembali kesensitifan gua dalam berkehidupan sosial. It’s been too long I was drown into ketidakpedulian dan keegoisan. I lived the way I want. Until I was in this relationship, yang mengajarkan kembali bahwa hidup berpasangan itu memerlukan interaksi dua arah dan yang ternyata sudah gua lupakan caranya dan butuh proses yang lebih rumit daripada membalik telapak tangan. Namanya proses pasti butuh waktu kan ya? Wajar dong kalo sesekali masih terperosok kembali kedalam keegoisan itu. (Bener kan? Atau ini hanya justifikasi gua semata yah?)


Singkat kata, partner gua memandang dengan kacamata lain. Tentunya kacamatanya.

Kehausan akan perhatian extra terus bertarung dengan ketidakpedulian yang terkadang masih bertandang. Sangat tidak sehat pastinya. Dan (ternyata) sangat menyakitinya.


‘Lebih baik kita udahan aja ya? Sifat dan kebiasaan kita sangat sangat terlalu berbeda’.


Voila! The words finally arise. Dan semakin menjadi lengkap karena gua juga merasa ini memang yang terbaik buat kita, terutama buat dia. Daripada gua maksa jalan terus tapi dia makan ati terus? Anak orang tuh whoey!


It turned me into pieces. But at least it’s for something good. Untuk kesehatan hatinya, dan kembalinya gua ke dalam loving and caring life.


And the bright side, me back in the market! Anyone interested? :)

Labels: ,



posted by masbass | |

______________