setitik bahagia

kumenulis lagi.. demi sebuah asa penghidupan penyambung nafas
hariku tetap padat, penuh kepenatan, nyaris membuatku muak
namun akhirnya kudapat setitik bahagia
dan akupun mulai bisa sedikit tersenyum

kebahagiaan ternyata tidak melulu hadir dari sesuatu yang besar
ternyata dapat hadir melalui hal kecil
seperti menikmati peraduanku layaknya hari hariku dulu
ditemani remang bintang-bintangku dan alunan merdu laguku

ternyata masih indah

ditambah belaian mama dan gelak tawa aji

menentramkan batinku

setitik lagi bahagia hinggap seiring dengan cerita-cerita manis dari masa lalu yang masih indah dan selalu indah
tentang siwo, wanita tua yang kuat dan hangat, pengasuh mama yang tetap mampu melaksanakan tugas sebagai pengasuhku setelah berpuluh-puluh tahun berlalu
tentang eyang kung ku yang hebat
tentang eyang tie ku yang ‘belle’

aku rindu siwo
aku rindu eyang kung
aku rindu eyang tie

aku rindu masa kecilku
dimana tidak ada penat
dimana selalu ada senang

aku pun terbangun
dengan mama yang masih tersenyum

setidaknya mama masih bisa tersenyum
itu yang masih membuatku bertahan


posted by masbass | |

______________
Balada Akar

Hei akar! Puaskah dirimu telah membuat batang dan rantingmu mengering?
Sungguh kami sedang menangis meranggas..
Taukah kau akar? Mampukah kau mendongak melihat keadaan kami?

Mungkin memang akar tidak memiliki telinga
Atau mungkin jarak ranting dan akar memang terlalu jauh
Sehingga apa yang kubisikkan hanyalah berupa tiupan angin lalu
Yang tidak cukup merasuk kedalam mu..

Akarku, semoga kau masih mampu menemukan sumber air untuk membuat kami tetap hidup.
Sebelum semuanya terlambat..

---
I miss you.. but I hate you.. but I love you..


posted by masbass | |

______________
kehampaan menyeruak, kebencian meregang..



posted by masbass | |

______________
Kata hatiku masih berkata benar

Tanggal 26 Mei 2006, aku masih berada di Solo. Penarbangan penuh, tiket ke Jakarta tidak tergenggam.

Ingin ke Jogja.. melepas penat.

Ketika menimbang-nimbang, dan ketika teman mengkonfirmasikan ketidaksediaannya, kata hatiku berkata: ‘Kau tidak akan mampu melapas penatmu di Jogja. Pulanglah!’. Tawaran bermalam di Solo pun kutolak.

Akupun pulang, dengan lelah, dengan penat.

Esok paginya, tanggal 27 Mei 2006, aku semakin bersyukur kata hatiku selalu berkata benar. Tidak terbayang apa yang akan terjadi kalau aku tetap ke Jogja atau tetap di Solo…


posted by masbass | |

______________
2006 : Tahun kelabu

Ternyata dalam 100 hari, saya, beserta keluarga Sukarman tetap berduka. Diawali dengan kehilangan Yu Mien ku.. 40 hari kemudian dilanjutkan dengan kehilangan Eyang Niniek, dalam hal ini Papa-lah yang paling berduka, karena beliau adalah bulik pengasuh bagi Papa.

Selamat jalan Eyang Niniek..

Ini belum berhenti karena tidak sampai 100 hari kemudian kami harus kehilangan Pakde Henk kami, dr. Herman Sukarman, SpOT.. dibalik sosok Pakde yang jenaka, sosok Pakde pencinta makanan, sosok Pakde pencinta sejarah beserta barang-barang antiknya ternyata beliau juga sosok Pakde yang membanggakan, paling tidak itu yang saya rasakan ketika obituary-nya dibacakan menjelang keberangkatan dari Solo menuju pemakamannya di Jakarta. Salah satu dokter spesialis ortopedi pertama di Indonesia, yang bekerja keras dengan rekan-rekannya mengayomi the next dokter ortopedi di Indonesia.

Photobucket - Video and Image Hosting

Namun sayang perjalanannya harus berakhir.. pada tanggal 26 Mei 2006, sehari sebelum tragedi gempa Jogja-Jateng, beliau menyusul Yu Mien, kakaknya tercinta.. sahabatnya tercinta.. teman bermain tercinta bersama Jolothos, kuda peliharaan mereka sewaktu kecil..

Selamat jalan Pakde.. insya Allah, Australia ku gapai.. seperti harapan kita dulu..

---

Ternyata 2006 tetap kelabu, serentetan duka karena bencana kian terjadi..


posted by masbass | |

______________
Merasa berguna?

---

Related dengan segala bencana yang terjadi, banyak yang membuat dirinya berguna..

---

Ada teman yang membuat dapur umum, ada teman yang terjun langsung ke lapangan membantu para pengungsi, bahkan saat ini sayapun akan melepas teman-teman kantor saya berangkat untuk mengantarkan donasi.

---

Tanpa saya bisa ikut..
Hingga saat ini saya hanya mampu membantu dari sini..
Dengan sedikit hasil keringat saya..
Dan doa tentunya..

---

Hingga secara tidak langsung saya merasa diri saya tidak merasa cukup berguna..
bahkan untuk menyelesaikan persoalan saya sendiripun saya tak mampu..
(atau belum mampu tepatnya)

---

Bergunakah saya?

---

Saya yakin iya..

---

Tapi tidak tahu kapan saya dapat berguna..

---

Mudah-mudahan secepatnya..


posted by masbass | |

______________