malu sama koper

3 tahun lalu
dalam rangka: 3 bulan di kanada
isi koper:4 winter coat, 1 celana ski, baju 2 pasang sehari sejumlah keperluan untuk sebulan karena prediksi kebutuhan adalah sepertiga dari lama hari kita bepergian.
kenyataan hasil: winter coat nggak kepake. cuman kepake 1. karena cuman 1 yang nyaman, yang lain cuman bagus buat foto ajah. nggak ada acara ski.

2 tahun lalu
dalam rangka: 2 malam di jokja
isi koper: discman dan full set CD lagu-lagu terbaru, 4 pasang baju untuk sehari karena prediksi keperluan 1 untuk jalan2 siang, 1 untuk jalan jalan sore (baju jalan2 siang pasti penuh keringet), 1 untuk klabing, 1 untuk bobok.
kenyataan hasil: keluar pagi pulang malem karena nanggung, sayang kalo serunya ilang gara gara balik buat ganti baju. nggak sempet dengerin CD.

3 minggu lalu
dalam rangka: 3 malam di shanghai
isi koper: 3 set winter clothes (3 coat, 3 muffler, 1 sepatu suede, 1 gloves, 2 socks) karena pengen foto foto ala winter. walopun weatherman bilang suhu bakalan 20 derajat tapi tetep takut kejadian 2 tahun lalu di hongkong terulang lagi, suhu tiba2 menurun drastis, yang ada bakalan beku di shanghai.
kenyataan hasil: suhu sama sekali nggak drop. mufflerpun gak kepakai.

hari ini
dalam rangka: ngeliatin bawaan pindah ke jakarta
isi koper: tiga per empat lemari baju di rumah. overweight 16 kilo, bayar IDR 90.000.
kenyataan hasil: ada pembantu yang nyuciin baju tiap hari. satu koper masih full of baju nggak muat di lemari.

kesimpulan: bawaan gw selalu OVERLOADD!!!!

intinya, kenapa ya gw selalu gak bisa belajar dari pengalaman? sebel gw!


posted by masbass | |

______________