kumenulis lagi.. demi sebuah asa penghidupan penyambung nafas
hariku tetap padat, penuh kepenatan, nyaris membuatku muak
namun akhirnya kudapat setitik bahagia
dan akupun mulai bisa sedikit tersenyum
kebahagiaan ternyata tidak melulu hadir dari sesuatu yang besar
ternyata dapat hadir melalui hal kecil
seperti menikmati peraduanku layaknya hari hariku dulu
ditemani remang bintang-bintangku dan alunan merdu laguku
ternyata masih indah
ditambah belaian mama dan gelak tawa aji
menentramkan batinku
setitik lagi bahagia hinggap seiring dengan cerita-cerita manis dari masa lalu yang masih indah dan selalu indah
tentang siwo, wanita tua yang kuat dan hangat, pengasuh mama yang tetap mampu melaksanakan tugas sebagai pengasuhku setelah berpuluh-puluh tahun berlalu
tentang eyang kung ku yang hebat
tentang eyang tie ku yang ‘belle’
aku rindu siwo
aku rindu eyang kung
aku rindu eyang tie
aku rindu masa kecilku
dimana tidak ada penat
dimana selalu ada senang
aku pun terbangun
dengan mama yang masih tersenyum
setidaknya mama masih bisa tersenyum
itu yang masih membuatku bertahan