Tanggal 26 Mei 2006, aku masih berada di Solo. Penarbangan penuh, tiket ke Jakarta tidak tergenggam.
Ingin ke Jogja.. melepas penat.
Ketika menimbang-nimbang, dan ketika teman mengkonfirmasikan ketidaksediaannya, kata hatiku berkata: ‘Kau tidak akan mampu melapas penatmu di Jogja. Pulanglah!’. Tawaran bermalam di Solo pun kutolak.
Akupun pulang, dengan lelah, dengan penat.
Esok paginya, tanggal 27 Mei 2006, aku semakin bersyukur kata hatiku selalu berkata benar. Tidak terbayang apa yang akan terjadi kalau aku tetap ke Jogja atau tetap di Solo…